Pemalsuan
uang rupiah masih saja terjadi. Berbagai teknik, dari yang paling sederhana
hingga dengan menggunakan peralatan canggih, dilakukan oleh pelaku untuk
menciptakan ‘rupiah aspal’. Bank Indonesia mencatat bahwa temuan uang rupiah
palsu selama tahun 2015 adalah sebanyak 313.538 lembar. Temuan tersebut
tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan angka terbesar berada di
wilayah pulau Jawa.
Keberadaan
uang palsu seringkali tidak disadari oleh kita, selain karena tampilan visualnnya
yang seringkali sulit dibedakan dengan uang asli, sebagian dari kita memang
belum mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah. Ciri-ciri dimaksud sebenarnya
dapat dikenali dari unsur pengamannya. Di dalam uang kertas, terdapat 2 unsur
pengaman yaitu:
1. Unsur pengaman yang tertanam pada
bahan uang, terdiri dari:
a.
Tanda
air (watermark) dan electrotype
Pada
kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila
diterawangkan ke arah cahaya.
b.
Benang
pengaman (security thread)
Pengaman
yang ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga
tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah.
2. Unsur pengamanan yang dihasilkan
melalui teknik cetak
a.
Cetak
intaglio
Cetakan
yang terasa kasar apabila diraba
b.
Gambar
saling isi (rectoverso)
Pencetakan
suatu ragam bentuk menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu
tepat dan saling mengisi jika diterawang ke cahaya.
c.
Tinta
berubah warna (optical variable Ink)
Hasil
cetak mengkilap (gliterring) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut
pandang yang berbeda.
d.
Tulisan
mikro (micro text)
Tulisan
berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar
e.
Tinta
tidak tampak (invisible ink)
Hasil
cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.
f.
Gambar
tersembunyi (latent image)
Teknik cetak
dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang
tertentu.
Mengenali
seluruh unsur pengaman tersebut tidak selalu mudah karena untuk pengamanan
tertentu memerlukan alat bantu seperti kaca pembesar dan sinar ultraviolet.
Namun, dengan adanya pengamanan tersebut, setidaknya dapat mempersulit dan
menekan angka pemalsuan uang rupiah. Pengguna rupiah pun dapat melakukan trik
3D untuk mengenal keaslian rupiah ini yaitu dengan Dilihat Diraba Diterawang.
Tulisan dirangkum dari: Buku Panduan Keaslian Uang Rupiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar