Kamis, 04 Februari 2016

Mengenal Keaslian Rupiah

Pemalsuan uang rupiah masih saja terjadi. Berbagai teknik, dari yang paling sederhana hingga dengan menggunakan peralatan canggih, dilakukan oleh pelaku untuk menciptakan ‘rupiah aspal’. Bank Indonesia mencatat bahwa temuan uang rupiah palsu selama tahun 2015 adalah sebanyak 313.538 lembar. Temuan tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan angka terbesar berada di wilayah pulau Jawa.
Keberadaan uang palsu seringkali tidak disadari oleh kita, selain karena tampilan visualnnya yang seringkali sulit dibedakan dengan uang asli, sebagian dari kita memang belum mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah. Ciri-ciri dimaksud sebenarnya dapat dikenali dari unsur pengamannya. Di dalam uang kertas, terdapat 2 unsur pengaman yaitu:
1.    Unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang, terdiri dari:
a.    Tanda air (watermark) dan electrotype
Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.
b.    Benang pengaman (security thread)
Pengaman yang ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah.
2.    Unsur pengamanan yang dihasilkan melalui teknik cetak
a.    Cetak intaglio
Cetakan yang terasa kasar apabila diraba
b.    Gambar saling isi (rectoverso)
Pencetakan suatu ragam bentuk menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawang ke cahaya.
c.    Tinta berubah warna (optical variable Ink)
Hasil cetak mengkilap (gliterring) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
d.    Tulisan mikro (micro text)
Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar
e.    Tinta tidak tampak (invisible ink)
Hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.
f.     Gambar tersembunyi (latent image)
Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
Mengenali seluruh unsur pengaman tersebut tidak selalu mudah karena untuk pengamanan tertentu memerlukan alat bantu seperti kaca pembesar dan sinar ultraviolet. Namun, dengan adanya pengamanan tersebut, setidaknya dapat mempersulit dan menekan angka pemalsuan uang rupiah. Pengguna rupiah pun dapat melakukan trik 3D untuk mengenal keaslian rupiah ini yaitu dengan Dilihat Diraba Diterawang.

Tulisan dirangkum dari: Buku Panduan Keaslian Uang Rupiah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar